Contoh Artikel dengan Topik Pendidikan

Artikel adalah karya tulis yang memuat data, fakta, atau opini mengenai suatu hal. Artikel pendidikan artinya karya tulis yang dibuat mengenai topik pendidikan. Pendidikan sendiri adalah topik yang amat luas yang bisa dipecah menjadi beberapa sub topik.

Artikel bisa kita temukan di koran, majalah, atau tabloid. Media online juga memuat artikel seperti forum, website, dan blog. Semua media ini memiliki audience yang tertarik dengan topik pendidikan sehingga diharapkan pembaca menjadi tahu dari apa yang dibaca dari artikel.

Berikut ini terdapat contoh analisis artikel dengan topik pendidikan yang mengangkat tema tentang evaluasi pendidikan:

Evaluasi Pendidikan Kian Tak Relevan

Indikator seseorang berhasil dan tidak berhasil di kelas adalah nilai sekolahnya, seorang siswa yang memiliki nilai tertinggi menunjukan bahwa siswa tersebut cukup pintar, berhasil di sekolahnya, dan layak memperoleh apresiasi sebesar-besarnya atas kerja keras yang dilakukannya.

Penghargaan instansi sekolah terhadap kemampuan menghafal siswa amat diagungkan, seorang siswa telah mencapai tujuan pendidikan dan instansi pendidikan saat ia memperoleh angka yang besar di setiap mata pelajarannya.

Angka-angka ini adalah indikator keberhasilan siswa di sekolah karena tak mungkin kita dapat menentukan keberhasilan tanpa angka-angka yang menunjukan siapa yang terbaik, terunggul dan mana yang tidak.

Jika kita perhatikan siswa yang gagal di sekolah akan gagal di kehidupan nyata meskipun tak mutlak demikian, namun angka-angka di sekolah memprediksi dengan cukup akurat. Angka yang tinggi diperoleh melalui kerja keras, disiplin, dan fokus pada jangka panjang. Sifat-sifat ini pula yang dibutuhkan seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam beragam lini kehidupan.

Namun terdapat kesenjangan dalam nilai sekolah sebab penekanan pada sisi kogntif siswa terlalu ditekankan secara berlebihan, padahal karakter siswalah yang akan bertahan sepanjang hidupnya, bukan pengetahuan mengenai sin, cos, tan, serta rumus-rumus fisika yang rumit itu.

Oleh sebab itu harus ada indikator objektif untuk menilai karakter siswa sehingga siswa tak hanya berkembang dari sisi kognitif namun juga dari sisi afektif (karakter siswa).

Seorang pekerja kantoran yang memiliki hobi blogging untuk mengurangi kapasitas memory yang disimpan didalam kepalanya.