teks tanggapan kritis beserta strukturnya

Contoh Teks Tanggapan Kritis Beserta Strukturnya

   Suatu bacaan yang berisi tentang gagasan yang disampaikan oleh seseorang mengenai persoalan yang sedang terjadi disebut dengan istilah teks tanggapan kritis.

Teks tanggapan kritis seringkali digunakan untuk mengisi di forum-forum perdebatan atau forum-forum diskusi yang sedang membahas sebuah isu terkini atau isu yang menarik diangkat.

 Nah, di dalam teks tanggapan kritis terdapat struktur yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah contoh teks tanggapan kritis beserta strukturnya.

Struktur Teks Tanggapan Kritis

1. Evaluasi

Struktur pertama dalam teks tanggapan kritis adalah evaluasi. Evaluasi berisi tentang pernyataan atau gambaran umum yang dipaparkan oleh penulis mengenai konflik yang coba disampaikan dalam teks.

teks tanggapan kritis beserta strukturnya

2. Deskripsi

Bagian kedua adalah deskripsi yang menuliskan suatu penjabaran informasi atau pernyataan yang dapat mendukung. Bisa pula deskripsi menuliskan informasi yang melemahkan pendapat penulis yang telah dikemukakan sebelumnya.

3. Penegasan Ulang

Struktur terakhir dalam teks tanggapan kritis adalah penegasan ulang. Penegasan ulang ini adalah kembali menekankan suatu pendapat penulis terhadap informasi. Bisa pula menegaskan kembali data yang sudah diolah dalam struktur sebelumnya yakni deskripsi.

Contoh Teks Kritis

“Pemuda dan Sosial Media”

Evaluasi

Kisah heroik perjuangan kemerdekaan Indonesia atau wiracarita harus dijadikan ibrah bagi pemuda hari ini. Idealnya, pemuda sebagai bagian dari generasi pahlawan mampu mengaktualisasikan perjuangan di tengah perubahan zaman saat ini.

 Perang dengan angkat senjata sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan di usia Indonesia yang saat ini sudah berkepala tujuh. Mengangkat senjata bermusuh bangsa sendiri sangat tidak masuk akal untuk dilakukan.

Buah perjuangan pahlawan demi persatuan dan kesatuan bangsa telah kita rasakan. Pertikaian di berbagai daerah sudah tak terhitung mengisi daftar buram perdamaian republik ini.

Pertikaian karena sentimen politik, pertikaian karena sentimen agama, pelanggaran HAM dan sebagainya seolah terus menggelinding seperti bola salju. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mempertahankan apa yang telah dicapai pahlawan zaman dahulu.

Pemuda, sebagai pewaris perjuangan tidak bisa berpangku tangan dan terbawa arus globalisasi yang saat ini menggerogoti gaya hidup masyarakat. Tetapi pemuda sebagai pengemban risalah kepahlawanan harus mampu menjadi pelopor perubahan di Indonesia.

Lalu, bagaimana melanjutkan risalah tersebut?

Deskripsi

Banyak persoalan yang wajib dilawan pemuda hari ini selain konflik horizontal yang sudah disebutkan di awal. Salah satu ancaman serius saat ini adalah penyalahgunaan narkoba.

Narkoba (narkotika, psikotropika dan obat-obatan adiktif lainnya) saat ini menjadi musuh besar dalam rangka perang tanpa senjata.

Berdasarkan sumber BNN RI, di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2008 jumlah pengguna mencapai 68.981, di tahun 2011 mencapai 83.952, di tahun 2014 turun menjadi 62.028 dan di tahun 2015 mencapai 60.182 pengguna.

Ironisnya, menurut data tersebut mayoritas pengguna narkoba terbesar adalah di kalangan usia produktif. Sebagai contoh di tahun 2015, dari total 60.182 pengguna, 23.048 diantaranya adalah pengguna pemula alias coba-coba.

Kemudian yang lebih miris lagi adalah pengguna tersebut menjangkit ke kalangan pelajar dan mahasiswa. Kondisi yang menjadi tamparan telak terhadap Yogyakarta yang termasyhur sebagai kota pelajar.

Lemahnya filterisasi pergaulan menjadi penyebab utama penyalahgunaan narkoba. Biasanya, mereka akan diberi barang terlarang tersebut  secara cuma-cuma.

 Namun di kemudian hari akan berkembang menjadi kebiasaan buruk bahkan memicu tindakan kriminal. Sebagai contoh mencuri untuk memenuhi hasrat memakai narkoba.

Selain itu, anggapan akan dijauhi teman sekelompoknya juga semakin memperparah mudahnya generasi muda terjerembab ke dalam lingkaran narkoba.

Anggapan ini acapkali ditemui di sekitar kita khususnya mereka yang masih di kalangan pelajar. Fase dimana seseorang tengah  berada pada masa pencarian jati dirinya.

Sebagai bangsa yang besar, sudah seharusnya kita tidak hanya terpaku pada menghormati jasa para pahlawan, tetapi mampu mengaktualisasikan spirit kepahlawanan pada hari ini.

Dalam arti luas, pahlawan disini tidak harus mengangkat senjata, namun menjaga bangsa dari segala ancaman yang bisa merusak masa depan bangsa juga merupakan pahlawan.

Termasuk melawan narkoba sebagai salah satu ancaman bangsa dan negara hari ini. Melawan narkoba sama beratnya dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kehidupan kawula muda termasuk mahasiswa dewasa ini tak bisa dilepaskan dari perangkat gadget. Perangkat ini memberikan berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas cah enom, baik dari sisi akademis ataupun gaya hidupnya.

Di bidang akademis, perangkat gadget berguna sebagai alat pencari informasi. Berbagai fitur yang tersedia bahkan bisa digunakan sebagai penyimpan file yang aman dan mudah.

Di Indonesia, jumlah medsos jumlahnya mencapai puluhan. Penduduk Indonesia yang jumlahnya ratusan juta tentu menjadi sasaran strategis untuk mempopulerkan berbagai jenis medsos berikut keunggulan fitur-fiturnya.

Situs techinasia melansir jumlah pengguna medsos di Indonesia pada 2015 ini berjumlah 72 juta orang. Dari jumlah tersebut, 62 juta pengguna mengakses medsos lewat perangkat mobile.

Hal ini yang membuat gadget dan medsos seperti saudara kembar yang tidak terpisahkan dan selalu berhubungan. Salah satu fitur yang menarik bagi anak muda adalah broadcast massanger atau sering disebut (BM).

Melalui BM, seseorang bisa mengirim informasi berantai ke banyak orang dengan sekali klik saja. Era gadget dan medsos bagi mahasiswa di era milenial saat ini nyatanya merupakan sebuah tantangan yang nyata.

Di satu sisi melalui sosmed, mahasiswa lebih mudah mendapat informasi dan melakukan interaksi tidak langsung secara lebih efektif, di sisi lain kekritisan seorang mahasiswa diuji.

Banyaknya pesan-pesan broadcast yang masuk membuat seorang mahasiswa harus lebih cerdas dalam menyikapinya. Akhir-akhir ini beredar sebuah BM yang mengajak seluruh elemen mahasiswa bersatu untuk melakukan demonstrasi besar-besaran pada tanggal 20 Mei 2015.

Dalam pesan tersebut tertulis sebuah tuntutan agar presiden dan wakil presiden Indonesia turun dari jabatan politiknya sebagi kepala dan wakil kepala negara RI.

Di pesan tersebut tertera nama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sebagai pihak penyelenggara.

Penegasan Ulang

Berbagai reaksi muncul untuk menyikapi pesan tersebut. Ada yang bersemangat karena menganggap gerakan mahasiswa seperti bangun dari tidur panjangnya. Namun adapula yang menelusuri kebenaran isi pesan tersebut. Tapi ada yang acuh karena menganggap pesan tersebut merupakan spam.

Sebagai agen kontrol sosial, mahasiswa tentu harus bijak dalam menyikapi sebuah informasi yang diterima lewat medsos. Jangan sampai gerakan mahasiswa yang ada justru menjadi gerakan parsial dan hanya merupakan tunggangan untuk kepentingan pihak-pihak yang merasa diuntungkan saja.

Kemunculan BM tersebut memang tengah ramai diperbincangkan di kalangan mahasiswa. Melalui akun twitter resminya, BEM-SI meretweet akun twitter koordinatornya membantah adanya BM tersebut.

Adanya kasus demikian maka hendaknya perlu dicermati agar mahasiswa tidak terjebak pada informasi yang tidak jelas kebenarannya.

Di era digital semacam ini, semua orang bisa dengan mudah membuat sebuah pesan berantai dan mengatasnamakan sebuah institusi tertentu.

Kekritisan dan kejelian mahasiswa dalam menelusuri kebenaran informasi sangat diperlukan agar tidak menimbulkan keresahan-keresahan yang merugikan banyak pihak.

Seperti itulah contoh teks tanggapan kritis beserta strukturnya. Sebagaimana yang tertera di dalam website Academic Indonesia. Semoga bermanfaat. 

 

Seorang pekerja kantoran yang memiliki hobi blogging untuk mengurangi kapasitas memory yang disimpan didalam kepalanya.