Menghadapi Fenomena Bullying di Sekolah, Bagaimana Peran Guru?

Fenomena bullying atau perundungan tidak hanya terjadi di lingkungan kerja, tetapi juga sekolah. Anak-anak mencontoh tayangan televisi atau sosial media yang mudah diakses. Sayangnya, perundungan tentu sangat mengganggu bagi kondisi psikologis. Bukan hanya pada korban, tetapi juga pelakunya.

Peran Guru Dalam Menghadapi Perundungan

Ketika siswa diketahui mengalami fenomena bullying yang dilakukan temannya baik secara kelompok maupun personal, peran guru sangatlah penting. Ketahui akar permasalahan dan gunakan pendekatan personal untuk memahami bagaimana kondisi siswa.

Ternyata, ada sebagian siswa pelaku perundungan yang mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui konsep rasa sakit, rasa bersalah dan rasa empati. Masalahnya adalah pada pola asuh orang tua yang terlalu memanjakan atau sering dikenal dengan istilah permissive parenting.

Ya, tripusat pendidikan tidak hanya berkutat pada guru saja. Namun, tripusat pendidikan juga mengacu pada peran orang tua dan lingkungan. Jadi, tentunya sifat bawaan anak dan juga pendidikan dari orang tua serta lingkungan akan sangat mempengaruhi siswa. Apabila lingkungannya dekat dengan kekerasan, anak akan cenderung tidak peka dengan perilaku perundungan yang dilakukan.

Mengatasi Fenomena Bullying, Darimana Memulainya?

Setelah mengetahui akar permasalahannya, maka sebagai guru Anda tentu akan lebih mudah dalam menyelesaikan fenomena yang mengganggu tersebut. Jadi, pastikan orang tua pelaku maupun korban tidak saling bertengkar. Lakukan mediasi agar mereka bisa sama-sama berkolaborasi untuk menentukan solusi dari permasalahan tersebut.

Lalu, ajukan beberapa opsi. Misalnya siswa melakukan permohonan maaf secara kekeluargaan di sekolah atau di rumah. Jika perundungan yang dilakukan ternyata sangat fatal, maka Anda bisa menyarankan suatu sanksi yang tentunya sudah dibicarakan dengan pihak sekolah.

Memang, mengatasi fenomena bullying tidak selalu mudah dilakukan. Akan tetapi, tentunya Anda bisa melakukan lebih banyak hal dengan otoritas sebagai guru. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjalin komunikasi dengan siswa, guru lain, atau orang tua masing-masing agar perundungan tidak menjadi masalah laten bagi pendidikan di Indonesia. Karena saat besar dan lulus sekolah, pelaku perundungan yang tidak ditindak bisa mengganggu sistem sosial yang ada di masyarakat.

 


Diakhir artikel ini kami memberikan rekomendasi bagi para guru yang ingin mencari penyedia atau penyuplai Map Raport K13 untuk kebutuhan sekolahnya bisa langsung menuju website pusatpercetakanonline.com.

Demikian artikel kali ini, sampai jumpa di artikel-artikel kami berikutnya

 

Seorang pekerja kantoran yang memiliki hobi blogging untuk mengurangi kapasitas memory yang disimpan didalam kepalanya.