Tipe dan Jenis Pertanian Subsisten

Tanah Indonesia yang sangat subur memberikan keuntungan tersendiri. Dalam hal ini, semua orang bisa menanam berbagai jenis tumbuhan dengan mudah bahkan hanya di rumah. Itulah definisi dari pertanian subsisten. Jadi, petani menanam bibit sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan sendiri dan juga masyarakat luas.

Tipe-tipe Pertanian Subsisten

Usaha untuk memenuhi kebutuhan sendiri dengan menggunakan teknik menanam subsisten tentu saja memiliki keunggulan. Contoh dari keuntungannya adalah kesejahteraan merata. Ada beberapa tipe pertanian subsisten ini. Simak pembahasannya berikut.

Sumber Lengkap : https://berkebun.co.id/

1. Tipe Migrasi

Kategori pertama dalam jenis pertanian ini adalah migrasi. Ciri-cirinya yaitu adanya kegiatan pembersihan hutan dengan cara membakar atau menebang. Setelah itu, tanaman akan dibudidayakan pada tempat tersebut dengan macam sesuai kebutuhan.

Dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun, maka kesuburan tanah hutan akan mengalami penurunan. Oleh karena itu, kemudian lahan tidak dipakai lagi atau ditinggalkan demi mencari yang baru. Metode ini terjadi pada wilayah dengan kepadatan rendah.
 

2. Tipe Primitif

Jenis pertanian subsisten berikutnya adalah primitif. Dalam hal ini biasanya orang-orang melakukan pembudidayaan dengan menggunakan cara yang menonjol berupa pembakaran dan penebasan. Penggunaan metode ini dilakukan pada ruang marginal.

Karena penggunaan cara yang masuk ke dalam kategori primitif, maka konsekuensinya juga besar. Terhadap tanaman dengan lokasi air jauh dapat menyebabkan kekurangan sehingga proses tumbuhnya terganggu. Sehingga membutuhkan lahan dekat dengan sungai.
 

3. Tipe Intensif

Pada pertanian untuk pemenuhan skala kecil berikutnya terdapat tipe intensif. Ini merupakan kategori yang membutuhkan lahan kecil sehingga mampu memanfaatkan ruang seadanya secara maksimal. Contohnya adalah tanah pada daerah subur dengan iklim cerah.

Para petani bisa menggunakan properti yang mereka miliki untuk menghasilkan sumber pangan sesuai kebutuhan keluarganya. Dalam situasi ini, Anda juga dapat membuat teras sepanjang lereng atau sawah untuk ditanami sayuran atau buah-buahan.

Demikian informasi mengenai tipe-tipe dalam pertanian subsisten. Semua orang bisa menerapkan cara ini dan memenuhi kebutuhan lokal sendiri. Apabila metode tersebut diterapkan secara besar, maka masyarakat akan lebih sejahtera.

Seorang pekerja kantoran yang memiliki hobi blogging untuk mengurangi kapasitas memory yang disimpan didalam kepalanya.