Tradisi Unik di Pesantren yang Perlu Kamu Ketahui

Pondok pesantren adalah pusat keilmuan dan pembelajaran agama Islam di Indonesia. Tujuan dari pendidikan di pondok pesantren bukan hanya untuk mengejar kepentingan duniawi, seperti uang, kekuasaan, dan kenikmatan duniawi lainnya, melainkan untuk menanamkan kepada para santri dan santriwati tentang belajar kehidupan dunia dan akhirat serta kewajiban dan pengabdian kepada Allah SWT. Dengan belajar di pesantren, Anda akan dilatih mandiri dan membina diri sendiri supaya tidak menggantungkan segala sesuatunya kepada orang lain, melainkan hanya kepada Allah SWT.

Artikel Lainnya: 16 Pondok Pesantren di Bandung Dengan Fasilitas Lengkap

Ada 5 elemen penting dalam pondok pesantren, yakni kyai, pondok, santri, masjid, dan pengajaran kitab Islam klasik atau dikenal dengan kitab kuning. Berikut ini beberapa tradisi di pesantren yang unik perlu Anda ketahui.

Tradisi takziran

Tradisi ini menjadi salah satu tradisi di pesantren yang unik di pesantren, yang dikenal dengan sebutan takziran. Tradisi ini digunakan untuk para santri yang telah melanggar peraturan yang sudah diterapkan oleh pesantren atau disebut hukuman. Tradisi ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada santri atau pengajaran supaya patuh dan melaksanakan kewajiban yang telah ditentukan pesantren. Tradisi takziran ini biasanya berupa membaca atau hafalan Al-Qur’an. Membaca kitab kuning, sampai pada pemotongan rambut hingga gundul. Selain itu, beberapa pesantren mewajibkan santrinya untuk bersedekah 1 sak semen bagi mereka yang telat datang ke pondok pesantren setelah liburan dan sebagainya. Masing-masing pesantren mempunyai takzir yang berbeda meskipun dengan pelanggaran yang sama. 

Tradisi mayoran

Tradisi unik merupakan tradisi makan bersama dalam kegiatan pondok pesantren, misalnya mengadakan acara haul untuk mengenang kembali milad pesantren, ataupun lainnya. Tradisi makan bersama ini dilakukan dalam satu nampan dengan beberapa menu khas pesantren.

Tradisi ngrowot

Tradisi ngrowot termasuk tradisi unik pesantren yang dilestarikan oleh para santri, seperti kegiatan riyadloh berupa sholat berjamaah, puasa, mujahadah dan juga melaksanakan semua amalan yang diberikan oleh para kiyai atau pengasuh pondok pesantren tersebut. Dengan kegiatan riyadloh tersebut tidak makan menggunakan nasi, melainkan nasi tiwul, nasi aking, ataupun mie instan dan sebagainya.

Tradisi ghosob

Salah satu tradisi yang sangat kental di pondok pesantren adalah tradisi ghosob, tradisi yang dilanggar dan tidak boleh ditiru. Dikarenakan mengambil barang-barang milik orang lain, di pesantren yang paling sering di ghosob adalah sandal. Kebanyakan para santri menandai sandalnya menggunakan nama mereka untuk menghindari di ghosob. Hingga saat ini istilah ghosob ini masih sangat melekat di pesantren meskipun kegiatan tersebut dilarang dan akan mendapatkan sanksi bagi mereka yang ketahuan melakukan ghosob.  

Tradisi setoran

Hampir semua pondok pesantren menerapkan tradisi ini, baik setoran berupa bacaan doa, hafalan Al-Qur’an, fasholatan ataupun nadhoman, dan sebagainya. Setoran dilakukan oleh santri untuk diuji para ustad dan ustadzah untuk melatih daya ingat hafalan para santri. Tentu, tradisi ini sudah tidak asing lagi di kalangan para santri dan sudah menjadi makanan sehari-hari. 

Artikel Menarik Lainnya: 12 Pondok pesantren terbaik di Indonesia Dengan Sejarah Luar Biasa

Itulah tadi beberapa tradisi di pesantren yang unik dan melekat di kalangan santri dan pesantren. Masih banyak tradisi unik lainnya di pesantren jika mengenang kegiatan pesantren. Tradisi di atas merupakan bagian kecil dari banyaknya tradisi pesantren lainnya. Tentunya masih banyak kegiatan pesantren yang menarik untuk dikenang, apalagi Anda adalah seorang santri yang lama sekolah dan tinggal di pondok pesantren.

Seorang pekerja kantoran yang memiliki hobi blogging untuk mengurangi kapasitas memory yang disimpan didalam kepalanya.